Minggu, 13 Februari 2011

Sistem Kelistrikan Mesin

Sistem kelistrikan mesin terdiri atas bagian bagiannya, yaitu
batere (aki) yang mensuplai listrik ke komponen kelistrikan lainnya,
sistem pengisian yang mensuplai listrik ke batere, sistem starter yang
memutar mesin permulaan, sistem pengapian yang membakar campuran
udara bahan bakar yang dihisap ke dalam silinder.


BATERE (AKI)
Batere pada mobil berfungsi mensuplai energi listrik ke sistem
starter mesin, sistem pengapian, lampu lampu, dan komponen kelistrikan lainnya.

memperlihatkan konstruksi sebuah batere
dengan bagia bagiannya sebagai berikut.
Kotak dan sel batere
Kotak batere berfungsi menampatkan sel dan menampung elektrolit. Sel-sel tersebut dihubungkan secara seri.


Dengan demikian, tegangan listrik yang terbentuk sama dengan tegangan listrik tiap tiap
sel. Setiap sel menghasilkan tegangan 2,1 volt, sehingga bila batere
mempunyai 6 buah sel maka tegangannya menjadi 12,6 volt. Setiap
sel mempunyai satu lubang untuk mengisi air sulingan (air aki)
elektrolit (accu zuur).

memperlihatkan konstruksi kotak
batere.


2. Pelat-pelat dan separator
Pada batere terdapat dua macam pelat, yaitu pelat positif  dan
pelat negatif. Pelat pelat positif dan negatif ini dipasangkan secara
berselang seling yang dibatasi oleh separator dan fiberglas. Jadi,  satu
kesatuan pelat separator dan fiberglas disebut/emen batere. Dengan penyusunan pelat pelat seperti itu, luas singgung antara bahan aktif
dengan elektrolit menjadi lebih besar, sehingga kapasitas listrik dari
batere menjadi besar.


3. Elektrolit
Elektrolit merupakan campuran air suling (60,8%) dan asam
sulfat (39,2%). Pada suhu 20°C, berat jenis batere yang berkapas penuh ialah 1,26. Pelat-pelat yang terendam elektrolit akan bereaksi
kimia dan hasil reaksi kimia ini dapat diubah menjadi energi listrik

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar